Titik Bifurkasi

IMG20170503140157-01

Tidak ada orang yang mengatakan bahwa terjebak itu mudah. Terlebih terjebak di dalam titik bifurkasi sendiri.

Titik Bifurkasi, menurut beberapa sumber yang saya baca merupakan titik percabangan. Tidak hanya digunakan untuk istilah sains, namun juga digunakan untuk istilah sosial. Jika saya melihatnya dalam perspektif sosial, bifurkasi merupakan sebuah fase dimana seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan. Ketika sudah sampai klimaksnya, seseorang harus memutuskan.

Sesimple itu, namun faktanya memutuskan pilihan adalah hal yang kompleks.

Pilihan menentukan bagaimana kelanjutan kehidupan kita. Terutama pilihan mengenai cita-cita.

“Mau melanjutkan sekolah dimana?”

Jawaban dari pertanyaan itu masih terjebak di dalam titik bifurkasi yang saya ciptakan sendiri. Bagaimana jika permintaan orang-orang disekitarmu bertentangan dengan batinmu? Bagaimana jika cita-cita orang disekitarmu berbeda dari cita-citamu?

Disekitarmu, orang-orang menyerukan bahwa cita-cita bukan hanya urusan nurani, tapi juga jasmani. Kemudian kamu menyuarakan bahwa cita-citamu semata-mata hanya untuk mengabdi dan mengikuti nurani, mereka membantahmu karena sebagai makhluk ekonomi, kamu juga butuh materi.

Lantas, apa hakikat kehidupan jika kita hanya berfokus pada materi, dan mengabaikan pengabdian?

Bagi siapa saja yang tengah bergulat dengan titik bifurkasinya, percayalah bahwa Allah SWT selalu ada untuk membimbing kita menentukan jalan mana yang harus kita ambil.

Iklan

4 thoughts on “Titik Bifurkasi

  1. Ping-balik: merancang benturan pertama (1) – thelimitresister

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s